Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Kualitas Hidup Penderita Tuberkulosis Paru

Kusnanto Kusnanto, Retnayu Pradanie, Inas Alifi Karima

Abstract


Tuberkulosis paru (TB) merupakan penyakit kronik yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan salah satu terapi non-farmakologis untuk
mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh terapi SEFT terhadap peningkatan
Quality of Life (QoL) pada penderita TB di Puskesmas Perak Timur Surabaya. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi
sebanyak 22 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney dengan
tingkat kemaknaan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup pasien TB
secara signifikan pada aspek kesehatan fisik (p=0,003), psikologis (p=0,003), dan sosial (p=0,046) setelah
dilakukan intervensi SEFT. Sedangkan hasil tidak signifikan terdapat pada aspek lingkungan (p=1,000).
Pada uji Mann Whitney didapatkan hasil signifikan pada aspek kesehatan fisik (p=0,000), aspek psikologis
(p=0,000), dan aspek fungsi sosial (p=0,015). Hasil uji Mann Whitney tidak signifikan pada aspek lingkungan
(p=0,167). Kesimpulan yang didapatkan adalah SEFT mampu meningkatkan kualitas hidup responden secara
umum, karena mampu mengatasi “psychological reversal” dan karena pengaruh dari “electrical active cells”.


Keywords


SEFT, tuberkulosis paru, quality of life.

Full Text:

PDF

References


Abioye IA, Omotayo MO, Alakija. (2011).

Socio-Demographic Determinants of Stigma

among Patients with Pulmonary Tuberculosis

in Lagos, Nigeria. Afr Health Sci (2011). 11

(Suppl 1): S100-4. doi: 10.4314/ahs. V11i3.

Anis. (2010). Analisis faktor dominan yang

memengaruhi kualitas hidup lanjut usia

berdasarkan WHOQoL (The World Health

Organization Quality of Life) di Panti Werdha

Hargo Dedali Surabaya (Skripsi). Program

Studi S1 Keperawatan, Universitas Airlangga,

Surabaya.

Burkhardt, L., & Hogan, N. (2008). An

experiential theory of spiritual care in nursing

practice. Qualitative Health Research, 18 (7),

–938

Depkes. (2011). Pedoman nasional

penanggulangan tuberkulosis. Jakarta:

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2013).

Profil kesehatan provinsi Jawa Timur tahun

Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi

Jawa Timur.

Fisher, J & Brumley, D. (2008). Theory of

Integral Nursing. Advances in Nursing Science

Vol.31, No.1, pp. E52-E7.

Gurkova, E. (2011). Issue in The Definition of

HRQoL. Journal of Nursing, Social Studies,

Public Health and Rehabilitation (3-4), 190–

Lasman. (2013). Pengaruh manajemen stres

tehnik SEFT terhadap penurunan kejadian

kejang pasien epilepsi di Poli Syaraf RSUD

Dr. Iskak Tulungagung (Tesis). Program Studi

Magister Keperawatan, Fakultas Keperawatan,

Universitas Airlangga, Surabaya.

Lestari, RD, dkk. (2014). Pemodelan FaktorFaktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus

Penyakit Tuberkulosis di Jawa Timur dengan

Pendekatan Generalized Poisson Regression

dan Geographically Weighted Poisson

Regression. Jurnal Saind dan Seni PomITS.

Vol. 3, No. 2, ISSN: 2337-3539.

Muniroh, N, Aisah, S & Mifbakhuddin. (2013).

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan

Penyembuhan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang

Semarang Barat. Jurnal Keperawatan

Komunitas. Vol.1, No.1, 33–42

Nursalam. (2013). Metodologi penelitian ilmu

keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Octavia, N. (2009). Pengaruh emotional

freedom technique (EFT) terhadap

peningkatan harga diri narapidana perempuan

(Tesis). Program Studi Magister Keperawatan,

Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas

Indonesia, Jakarta.

Sudigdo, I., & Sofyan. (2011). Dasar-dasar

metodologi penelitian klinis (Edisi ke-4).

Jakarta: Sagung Seto.

Suharyo. (2013). Determinasi penyakit

tuberkulosis di daerah pedesaan. Jurnal

Kesehatan Masyarakat Universitas Dian

Nuswantoro, Kemas, 9(1). Tersedia pada http://

journal.unnes.ac.id/nju/index.Php/kemas.

Virgianti. (2011). Pengaruh keperawatan

spiritual emotional freedom technique (SEFT)

islami terhadap tekanan darah penderita

hipertensi usia 45-59 tahun di RSUD Dr.

Soegiri Lamongan (Tesis). Program Studi

Magister Keperawatan, Fakultas Keperawatan,

Universitas Airlangga, Surabaya.

Kusnanto : Spiritual Emotional Freedom Technique terhadap Kualitas Hidup Penderita TB Paru

JKP-Volume 4 Nomor 3 Desember 2016

Wright, S.G. (2002). Examining the impact

of spirituality on nurses and health-care

Provision. Professional Nurse. 17 (12), 709–

Zainuddin, A.F. (2012). Spiritual emotional

freedom technique (SEFT). Jakarta: Afzan

Publishing.

Zainuddin, A.F. (2012). SEFT for healing and

success, happiness and greatness. Jakarta:

Afzan Publishing.




DOI: https://doi.org/10.24198/jkp.v4i3.284
Abstract view : 1026     PDF Downloads : 31

DOI (PDF): https://doi.org/10.24198/jkp.v4i3.284.g134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



JKP is indexed on:

http://jkp.fkep.unpad.ac.id/public/site/images/admin/IPI5.pnghttp://jkp.fkep.unpad.ac.id/public/site/images/admin/isjd1.png

Jurnal Keperawatan padjadjaran


Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363
WA: 085317736810

Tlp. 022-7795596 
Email: jkp.fkep@unpad.ac.id

Creative Commons License
JKP is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License